Senin, 21 Mei 2012


G8 Berupaya Tenangkan Euro

Selasa, 22 Mei 2012 0:02 WIB



Monexnews - Terus menerus terbebani oleh kekhawatiran tentang masalah hutangYunani dan Spanyol membuat Euro harus diperdagangkan melemah terhadap Dollar AS pada hari Senin, meskipun sinyal indikator teknikal dan posisi bearish berlebihan mengindikasikan akan terjadinya rebound jangka pendek.
Aksi spekulan yang memangkas beberapa posisi short juga membantu mata uang tunggal bergerak menjauh dari level terendah 4-bulan setelah dihantam aksi jual tanpa henti sepanjang bulan ini. Kejatuhan dalam 6 dari 7 sesi terakhir juga telah memaksa Euro kehilangan hampir 4% sepanjang bulan Mei.
"Terbentuknya pola double bottom pada Euro/Dollar seharusnya dapat memperlonggar tekanan," kata Brad Bechtel, direktur manajer pada Faros Trading di Stamford, Connecticut. "Kendati potensi rebound cukup kuat, mungkin tidak akan banyak yang tergiur untuk melepas posisi yang telah mendatangkan keuntungan banyak."
Krisis zona euro kian memburuk sejak hasil pemilu Yunani pada 6 Mei lalu memicu pertanyaan mengenai masa depan Yunani di blok Euro. Apalagi rapuhnya sektor perbankan Spanyol juga turut membebani sentimen pasar.
Sementara para pemimpin kelompok G8 pada akhir pekan lalu telah menyerukan dukungan mereka untuk Yunani bertahan di zona Euro. G8 juga menekankan pentingnya upaya mendorong pertumbuhan ekonomi dan sektor pekerjaan, yang berarti akan berkurangnya desakan untuk langkah-langkah penghematan yang telah menjatuhkan beberapa ekonomi zona Euro ke dalam resesi. (vid)

Short Covering Selamatkan Euro

Senin, 21 Mei 2012 8:30 WIB
Monexnews - Aussie menunjukkan performa apik di awal perdagangan Asia. Pergerakan mata uang juga merespon gain yang solid di pasar ekuiti dan retorika pertumbuhan dari perdana menteri China Wen Jiabao di akhir pekan yang positif bagi pasar.
Terbatasnya aksi jual yang dilakukan pemain pasar turut membantu menjaga gain Aussie," jelas trader di bank Australia. Saat ini AUD/USD di 0.9870. 
(din)

Jumat, 18 Mei 2012


Emas Lanjutkan Penguatan
Sabtu, 19 Mei 2012 0:03 WIB
Monexnews - Harga emas menguat seiring merebaknya ekspektasi bahwa Federal Reserve akan berikan stimulus tambahan demi menopang pemulihan ekonomi AS. Logam mulia rally sejak buruknya data manufaktur Philadelphia tegaskan rapuhnya pemulihan AS. "Penguatan emas kini ditopang oleh harapan pelonggaran moneter lebih lanjut dari bank sentral AS pasca memburuknya indikator ekonomi," ungkap Phil Streible, broker di RJ O'Brien & Associates. Pimpinan Fed, Ben S. Bernanke, pada 25 April silam mengatakan siap ambil tindakan lebih lanjut untuk membantu ekonomi jika diperlukan.
Korelasi harga emas dengan aset keuangan lainnya cukup bervariasi sejak krisis zona-euro dimulai. Emas cetak rekor tahun lalu seiring investor memburu logam mulia sebagai aset safe-haven; namun daya tarik emas mulai berkurang dan investor pun lebih memilih dollar dan obligasi pemerintah AS sebagai aset safe-haven. Meski demikian, kejatuhan harga emas hingga mendekati level rendah Januari berhasil mendorong investor kembali.
Di lain pihak, sebagian analis belum yakin dengan keberlanjutan rally emas dan apakah emas telah keluar dari tren bearish. "Emas mulai tunjukan kinerja yang cemerlang. Namun, terlalu dini untuk mengatakan tren emas telah berubah,” tulis laporan riset UBS. “Saya rasa kenaikan harga emas hanya bersifat koreksi,” ujar Simon Weeks merujuk pada rendahnya volume perdagangan yang masih mendukung pandangan negatifnya. (fr)

Wall St Antusias Menyambut IPO Facebook

Jumat, 18 Mei 2012 22:03 WIB



Monexnews - Mayoritas saham di Wall Street diperdagangkan lebih tinggi pada hari Jumat menjelang debut perdagangan Facebook, kendati masih berlanjutnya kecemasan terhadap krisis zona Euro tampak membatasi sentimen investor. Bagaimanapun, ke-3 indeks utama AS masih tetap berada di jalur menuju penurunan mingguan terburuk untuk tahun 2012.
Dow Jones Industrial Average beranjak sekitar 35 poin lebih tinggi setelah mencatat penurunan ke-11 dalam 12 sesi terakhir pada hari Kamis, dengan dipimpin saham AT&T. Penurunan terbesar harus diderita Coca-Cola. diadakan keuntungan kecil, setelah log 11 hari ke dalam 12 sesi terakhir. AT & T memimpin blue-chip gainers, sementara Coca-Cola merosot.
S&P 500 dan Nasdaq Composite juga mengikuti jejak Dow dengan masing-masing mengumpulkan 0,45% dan 0,4%. Di antara sektor-sektor kunci S&P, sektor telekomunikasi mampu mencatat kenaikan tertinggi. sedikit lebih tinggi.
Sebagian kalangan memperkirkaan Facebook akan menjadi perusahaan AS pertama yang bernilai lebih dari $100 milyar pada debutnya. Raksasa jaringan sosial tersebut akan membuka harga penawaran pertama pada $38 per saham, dan akan mulai diperdagangkan beberapa saat lagi di Nasdaq dengan symbol “FB”. (vid)

Minyak Tetap Cemaskan Yunani

Jumat, 18 Mei 2012 23:28 WIB



Monexnews - Minyak turun akibat memburuknya kekhawatiran bahwa Yunani akan keluar dari zona-euro sehingga memperdalam krisis utang Eropa dan menggerogoti permintaan energi. Tren masih bearish dengan ketidakpastian situasi di Yunani. Sentimen-pun memburuk setelah Moody’s turunkan peringkat kredit 16 bank Spanyoldan Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schaeuble mengatakan gejolak pasar keuangan yang disebabkan oleh krisis zona-euro dapat berlangsung dua tahun lagi.
Data AS yang dirilis sepekan terakhir juga isyaratkan lemahnya permintaan minyak dari konsumen energi terbesar di dunia. Indeks manufaktur Philadelphia sentuh level terendah sejak September dan jumlah cadangan minyak AS mencapai level tertinggi sejak 1990. "Semua berita makroekonomi cukup negatif," ujar Stephen Schork, presiden Schork Group. "Minyak cemaskan kondisi Eropa dan AS. Pada bulan Februari silam, investor takut menjual minyak dan kini mereka takut untuk membelinya."
"Memburuknya situasi di Eropa, terutama Spanyol dan Yunani, sangat berdampak negatif bagi minyak," tutur Eugen Weinberg, analis di Commerzbank. Meskipun penurunan peringkat bank Spanyol dan kegagalan Yunani membentuk pemerintahan telah diantisipasi, Weinberg mengatakan kejatuhan harga minyak belum sepenuhnya mencerminkan resiko. "Pasar akan segera memahami keseriusan masalah. Resiko terburuk belum sepenuhnya tercermin dalam harga.

Treasury AS Rebound Jelang Summit G8

Jumat, 18 Mei 2012 21:50 WIB



Monexnews -
Treasury AS yang merupakan surat obligasi pemerintah pada tenor 10-tahun berhasil melambung dari rekor level terendahnya. Kenaikan yield obligasi AS ini juga yang menjadi salah satu faktor Dollar untuk tertahan dari reli nya dalam beberapa hari terakhir.
Kenaikan yield obligasi terjadi menjelang rilis komentar para pejabat tinggi di KTT kelompok negara G8 yang dimulai hari Jumat yang membahas isu pembiaran Yunani untuk keluar dari Euro zone.
Para investor cukup cemas, jika terjadi skenario terburuk Yunani keluar dari blok Uni Eropa, maka konsekuensi nya pada pasar keuangan global akan cukup besar dan juga imbasnya terhadap outlook pertumbuhan ekonomi AS yang dapat terhambat melanjutkan pemulihan.
Tidak tertutup kemungkinan jika ketidakpastian memicu kekhawatiran, maka para investor akan kembali memanfaatkan Treasury bonds sebagai alat hedging terhadap berbagai resiko. Oleh sebab itu, para analis masih melihat potensi 10y notes AS ini dapat tembus lagi dibawah rekor terendahnya di 1.672%.
Terpantau sejauh ini US-10y notes masih stabil di level 1.729%. Departemen Treasury AS dijadwalkan untuk menjual surat obligasi baru senilai $99 milyar pekan depan, termasuk juga surat obligasi bertenor 2-tahun senilai $35 milyar, dan obligasi bertenor 5-tahun senilai $35 milyar dan pada tenor 7-tahun senilai $29 milyar. 

Senin, 14 Mei 2012


Sirna! Kans Euro Untuk Rebound

Selasa, 15 Mei 2012 10:53 WIB



Monexnews - Hingga memasuki hari ke dua pekan ini (Selasa, 15/5), mata uang tunggal Euro nampak semakin merosot hingga mendekati level kisaran $1.2800. Hal tersebut terutama akibat kian meningkatnya eskalasi kekacauan politik di Yunani yang semakin memperbesar peluang negara tersebut untuk keluar dari zona-euro.
Selain itu kegagalan partai politik Yunani membentuk koalisi pemerintahan telah memicu spekulasi keluarnya Yunani dari zona-euro dan berhasil menenggelamkan euro. Sehingga peluang Euro untuk rally sirna kembali, justru tren pelemahan euro masih akan berlanjut meskipun saat ini sudah menyentuh level yang terakhir terlihat pada bulan Januari silam.
Sementara data ekonomi yang dirilis sesi kemarin juga turut memicu sentimen bearisheuro, dimana produksi industri zona-euro secara tak terduga merosot di bulan Maret, dan meneguhkan bertambahnya ancaman resesi. EUR tercatat masih bergeak di kisaran $1.2825 dan sempat melorot hingga ke level rendah hari ini pada $1.2812. Secara teknikal bila EUR kembali pecah ke bawah level $1.2800, setidaknya support terdekat akan menahannya pada area $1.2760. (Dar)

Bursa Asia Tertekan Keterpurukan Yunani

Senin, 14 Mei 2012 8:32 WIB



Monexnews - Indeks bursa saham Asia bergerak melemah hari Senin ini saat investor melihat adanya alasan untuk memangkas resiko setelah pembicaraan di Yunani untuk membentuk pemerintahan baru mengalami kegagalan, sebuah pemilihan umum merujuk pada tumbuhnya perlawanan pihak oposisi terhadap tindakan pemulihan dan China yang telah mengambil langkah lanjutan untuk mendukung perekonomian yang rapuh.
Indeks bursa saham Asia Pasifik, MSCI diluar Jepang bergerak turun 0.1%, setelah merosot lebih dari 1% hari Jumat lalu nyaris dalam 4 bulan dan membukukan kejatuhan mingguan terbesarnya sejak akhir bulan November.
Indeks Nikkei sendiri ditutup naik 0.4%.
Setelah pembicaraan yang tidak memberikan hasil sebagaimana diperkirakan, presiden Karolos Papoulias akan melanjutkan pembahasan dengan para pimpinan politik untuk membentuk pemerintahan koalisis baru, dikatakan seorang petinggi dari badan kepresidenan.
Presiden harus melakukan pemungutan suara kembali apabila kesepakatan yang diinginkan tidak tercapai, membuat Yunani semakin dekat dengan kebangkrutan dan kemungkinan dikeluarkannya Yunani dari blok Eropa.

Sterling Tergilas Gelombang ‘Risk Aversion’

Senin, 14 Mei 2012 11:33 WIB



Monexnews - Di awal pekan ini (Senin, 14/5), mata uang Inggris Poundsterlingterlihat semakin terpuruk lantaran gelombang hindar resiko (risk aversion) masih mewarnai pasar terkait kian memuncaknya ketidakpastian politik di Yunani dan kekhawatiran terhadap perbankan Spanyol.  
Beban negatif semakin membengkak setelah sebuah laporan industri menunjukkan tingkat kepercayaan konsumen Inggris merosot tajam seiring ekonomi kini terjrumus ke dalam resesi. Data yang rilis hari Jumat lalu menunjukkan indeks National Consumer Confidence merosot tajam ke angka 44 di bulan April dari sebelumnya 53.
Tekanan terhadap Sterling kian besar setelah munculnya sinyal terhadap memburuknya prospek ekonomi, sehingga meningkatkan spekulasi bahwa Gubernur bank sentral Mervyn King kemungkinan akan melanjutkan program Quantitative Easing saat merilis laporan inflasi pada hari Rabu lusa. GBP tercatat berkisar di area $1.6065-an setelah sempat merangsek titik rendah $1.6051.(Dar)

Minggu, 13 Mei 2012


Euro Merangkak Naik Di Tengah Gejolak Yunani

Sabtu, 12 Mei 2012 0:15 WIB



Monexnews - Euro beranjak sedikit menjauh dari level terendah 3½-bulan terhadapDollar AS pada hari Jumat di tengah ketidakpastian politik di Yunani dan kekhawatiran tentang sektor perbankan Spanyol, yang memaksa para investor tetap berhati-hati dalam mengambil posisi pada mata uang tunggal.
Euro sempat terdorong naik pada awal sesi Eropa seiring pemimpin konservatif Yunani, Antonis Samaras, menyatakan optimisme akan segera terbentuknya pemerintahan koalisi. Namun harapan tersebut berangsur memudar setelah pemimpin partai Democratic Left mengatakan jika Yunani tengah menuju ke sebuah pemilu ulang. Hasil pemilu beberapa waktu lalu yang kurang meyakinkan telah melemparkan Yunani ke dalam kekacauan politik, yang meningkatkan resiko negara tersebut keluar dari zona Euro.
"Penurunan Euro/Dollar baru-baru ini jelas merupakan respon langsung terhadap penurunan pasar saham global, yang dipicu oleh pergeseran lanskap politik di Yunani dan Perancis, serta tingginya kecemasan perbankan Spanyol " kata Gareth Sylvester, analis mata uang senior pada Klarity FX di San Francisco.
Memuncaknya kekhawatiran terhadap sektor perbankan dan kemampuan pemerintah Spanyol dalam menekan defisit anggaran mereka juga turut membebani Euro, yang pada gilirannya telah menghadirkan keresahan di kalangan investor tentang penyebaran krisis hutang ke dalam 4 perekonomian terbesar Eropa. (vid)

Jumat, 11 Mei 2012


Yunani Menanti Lobi-lobi Koalisi

Jumat, 11 Mei 2012 12:14 WIB



Monexnews - Deadlock politik di Athena makin memperbesar peluang Yunani untuk hijrah dari euro-zone.
Sejak krisis hutang berlangsung di Eropa, persentase keluarnya Yunani dari komunitas euro tidak pernah sebesar saat ini. Hasil pemilihan umum memperlihatkan rakyat tidak berkenan dengan program efisiensi anggaran pemerintah terdahulu. Sekarang kondisi makin tidak menentu karena kursi kendali pemerintahan masih kosong.
Tiga partai yang dinilai pro-kebijakan Eropa, PASOK, Demokrasi Kiri dan Demokrasi sayap kanan, terus menggelar diskusi untuk membentuk pemerintahan baru. Evangelos Venizelos, Fotis Kouvelis dan Antonis Samaras bertemu kembali hari Jumat ini guna mencapai kesepakatan anyar.
Samaras sebelumnya sempat berupaya membentuk koalisi sendiri dengan merangkul Alexis Tsipras dari Partai sayap kiri Syriza. Namun pembicaraan keduanya gagal dan Samaras terpaksa harus mencari mitra lain. Jika tidak ada pihak yang mampu membentuk koalisi pemerintahan sampai 17 Mei, Yunani diharuskan menggelar pemilu baru.
Survei memperlihatkan sebagian besar warga memang masih menginginkan negaranya memakai valuta euro. Namun mereka keberatan bila pemerintah harus mengikuti pra-syarat bailout yang ditetapkan oleh Uni Eropa. Venizelos sendiri mengaku bahwa rakyat tidak mempercayai partai apapun karena tidak ada yang mampu menawarkan solusi jelas. Singkat kata, tidak ada partai dengan visi sama yang mencukupi kuota pembentukan pemerintahan. Jadi tiap partai harus mampu merangkul rivalnya agar bisa mencapai tujuan tersebut. Koalisi antara PASOK, Demokrasi Kiri dan Demokrasi Kanan memang paling realistis saat ini. Jika kesepakatan terjadi dalam beberapa jam ke depan, maka pemerintahan pro-Eropa kembali terbangun.

Aksi Hindar Risiko Picu Koreksi Minyak

Jumat, 11 Mei 2012 12:57 WIB



Monexnews - Investor mengalihkan dananya dari aset investasi berbasis pertumbuhan ekonomi, seperti minyak mentah.
Kontrak minyak pengiriman Juni anjlok $1.24 ke level $95.83 per barel pada sesi perdagangan elektronik hari ini (11/05). Prospek pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) dipertaruhkan setelah JPMorgan merilis kerugian trading.
Penguatan dollar turut berperan dalam koreksi minyak. Indeks dollar terpantau pada level 80.26 dari catatan sesi Amerika semalam di 80.159. Pasca kabar JPMorgan, indeks S&P merosot 12 poin di awal pembukaan. Hari ini futures S&P 500 anjlok 10.20 poin ke 1347.40 dan Dow Jones merugi 82 poin ke 12,752 sepanjang sesi Asia hari Jumat.
Pelaku pasar bisa berharap kenaikan harga minyak setelah rilis data inflasi China melambat dibanding bulan Maret. Fakta ini membuka ruang bagi bank sentral untuk memperlonggar kebijakan sehingga laju ekonomi negara Asia itu bisa lebih cepat. Pertumbuhan ekonomi China akan mendongkrak volume permintaan minyak mentah di tahun 2012.

Dua Data China Gagal Penuhi Ekspektasi

Jumat, 11 Mei 2012 13:06 WIB



Monexnews - Hasil produksi industri China naik 9,3% di bulan April, namun gagal memenuhi perkiraan pelaku pasar.
Industrial output China menguat 9,3% dan retail sales dirilis naik sebesar 14.1% di bulan April. Tetapi kedua data itu belum memenuhi ekspektasi pada survei Dow Jones Newswires dan Bloomberg. Konsensus analis sebelumnya memperkirakan industrial output naik 12,2% dan retail sales melonjak 15,1% bulan lalu.
Saham-saham Hong Kong langsung anjlok pasca rilis kedua data tersebut. Hang Seng terkoreksi 1.3% di awal sesi siang.

Data China Kecewakan Aussie


Monexnews - AUD/USD dan AUD/JPY bergerak turun pasca rilis data penjualan ritel dan hasil industri China untuk bulan April yang meleset dari perkiraan. Penjualan ritel naik 14.1% di bulan April dari tahun lalu, turun dari bulan Maret kenaikan sebesar 15.2%.
Sementara hasil industri bulan April naik 9.3% dari tahun lalu namun menurun tajam dari periode bulan Maret kenaikan sebesar 11.9%. AUD/USD melemah ke level rendah di 1.0041 dari 1.0070 menjelang data, sementara AUD/JPY melemah ke 80.13 dari 80.41. Junichi Ishikawa, analis forex IG Market Securities, Tokyo mengatakan level stop loss untuk AUD/USD terlihat di kisaran 1.0020. dan buying order berada di bawah level 1.0000. Level support AUD/JPY di 79.73. AUD/USD di 1.0047, sementara AUD/JPY di 80.21.

Kamis, 10 Mei 2012


Goldman Beli Obligasi Pemerintah Italia


Monexnews - Goldman Sachs membeli obligasi pemerintah Italia senilai $2,3 miliar di kuartal pertama 2012; ini tentunya isyarat bahwa Wall Street optimis tidak akan menyebarnya krisis utang zona-euro lebih lanjut. Data SEC yang baru dirilis menunjukan raksasa perbankan AS ini memiliki aset keuangan YunaniIrlandia, Italia, Portugal, dan Spanyol sebanyak $2,7 miliar per tanggal 31 Maret 2012. Ini tentunya kenaikan signifikan dari $580 juta pada akhir tahun 2011.
Goldman sepertinya optimis dengan kondisi ekonomi Italia. Pada akhir tahun 2011, Goldman sama sekali tidak memegang aset keuangan Italia; namun data terakhir menunjukan Goldman memiliki aset keuangan Italia senilai $2,4 miliar. Goldman juga mengurangi posisi short atas aset keuangan Spanyol dan mengurangi kepemilikan aset keuangan Yunani dan Irlandia masing-masing sebesar $126 juta dan $478 juta.
Sementara itu, euro menguat di sesi New York. EUR/USD kini diperdagangkan 1.2955, dekat level tinggi harian 1.2979 (fr)

Yunani Membayangi, Wall St Berbalik Mixed


Monexnews - Sempat mengawali perdagangan hari Kamis dengan positif menyusul rilis data klaim pengangguran yang lebih baik dari ekspektasi, indeks-indeks saham diWall Street berbalik mixed seiring para investor kembali waspada terhadap setiap kemungkinan yang dapat saja muncul dari zona Euro.
Dow Jones Industrial Average terus berjuang untuk bertahan di teritori positif dengan mengumpulkan sekitar 35 poin setelah tergelincir dalam 6 sesi beruntun. Saham Pfizerdan Chevron mampu memperlihatkan kinerja terbaik di antara saham-saham blue-chiplainnya. S&P 500 juga meraup sekitar 0,3% untuk bertahan di zona hijau, dengan sektor utilitas dan kesehatan memimpin kenaikan. Sementara Nasdaq Composite harus berbalik melemah 0,25% pasca Cisco mengumumkan outlook pendapatan yang mengecewakan.
Klaim Awal Pengangguran AS berkurang sebanyak 1.000 menjadi 367.000 sepanjang pekan lalu, menurut laporan Departemen Tenaga Kerja. Angka tersebut mementahkan perkiraan kenaikan menjadi 369.000 dari para ekonom.
"Kecemasan Eropa sedikit mereda hari ini, angka klaim pengangguran AS juga membantu meredakan senitmen negatif di pasar," kata Quincy Krosby, analis pasar pada Prudential Financial. "Namun masalah Eropa masih membayangi, dan pasar tinggal menanti berita negatif berikutnya."
Sentimen pasar berangsur membaik seiring meningkatnya harapan bahwa para pemimpin Yunani akan berhasil membentuk pemerintahan koalisi dan mempertahankan komitmennya untuk tetap bertahan di zona Euro. Namun dalam kasus pembicaraan para politisi gagal mencapai kesepakatan, Yunani kemungkinan harus kembali dipimpin oleh pemerintahan teknokrat sampai pemilu baru dapat diselenggarakan. (vid)

BoE Menahan Diri, Sterling Lega


Monexnews - Poundsterling diperdagangkan menguat pada hari Kamis setelah Bank of England mempertahankan tingkat suku bunga dan target program QE tidak berubah, sehingga memaksa beberapa investor yang sebelumnya telah mengantisipasi untuk sebuah penambahan stimulus memangkas posisi mereka.
"Sebagian pelaku pasar nampaknya mengharapkan bank sentral akan menyuntikkan antara £25-50 milyar likuiditas segar menyusul lemahnya angka GDP Q1," kata Sara Yates, analis forex Barclays Capital. "Tidak adanya perubahan kebijakan telah menyebabkan pasar merevisi prospek kebijakan, yang memberikan dorongan bagiSterling untuk beranjak lebih tinggi terhadap Dollar AS dan juga Euro."
Keputusan BoE pada hari Kamis sebenarnya telah diperkirakan secara luas sebelumnya, namun beberapa angka PMI dan data terbaru yang menunjukkan jika Inggris telah kembali ke dalam resesi mendorong beberapa investor merubah ekspektasi mereka untuk sebuah ekspansi target pembelian aset di bulan Mei. Bagaimanapun, sejumlah analis masih percaya BoE mungkin akan memilih untuk meluncurkan QE lanjutan tahun ini jika data ekonomi terus mengecewakan.
Sementara data ekonomi hari Kamis menunjukkan bahwa output manufaktur bulan Maret berhasil pulih lebih kuat dari yang diperkirakan, meskipun pelemahan tajam harga minyak dan gas serta output utilitas telah menekan produktivitas sektor industri secara keseluruhan. (vid)


Aussie Terselamatkan Data Pengangguran

Monexnews - Dollar Australia beranjak lebih tinggi terhadap rival-rival utamanya pada hari Kamis setelah data tingkat pengangguran secara tak terduga merosot ke level terendah dalam setahun pada bulan April.
Mata uang yang sering disebut Aussie ini juga terapresiasi terhadap Greenback danYen seiring indikator teknikal mengisyaratkan jika penurunan pekan ini mungkin terlalu cepat. Aussie bahkan tidak menggubris sebuah laporan yang menunjukkan melambatnya pertumbuhan ekspor dan impor China, yang merupakan tujuan ekspor terbesar negeri kangguru.
"Penurunan tingkat pengangguran cukup mengejutkan," kata Callum Henderson, kepala riset mata uang pada Standard Chartered Plc di Singapura. "Aussie mungkin akan melanjutkan upaya pemulihan untuk beberapa hari ke depan, meskipun hal tersebut tidak memicu perubahan tren."
Berdasarkan laporan Biro Statistik, tingkat pengangguran Australia turun menjadi 4,9% dari 5,2% pada bulan Maret, yang merupakan level terendah sejak April 2011. Hasil tersebut juga lebih baik dari ekspektasi kenaikan menjadi 5,3% dari para ekonom. (vid)


Untuk pertama kalinya dalam 9 sesi terakhir Euro mampu berbalik mendominasi Dollar AS pada hari Kamis, dengan bergerak menjauh dari level terendah 3½-bulan, seiring sedikit meredanya ketegangan di pasar obligasi Spanyol dan munculnya kepastian bahwa Yunani akan dapat membayar para pemegang obligasinya.
Yunani berhasil menghindari krisis pendanaan jangka pendek setelah dewan European Financial Stability Facility (EFSF) sepakat untuk mengucurkan dana talangan sesuai jadwal. Alokasi dana tersebut akan memungkinkan Yunani untuk memenuhi kewajiban membayar hutang-hutangnya yang akan segera jatuh tempo, sehingga membantu menstabilkan Euro yang telah diterpa aksi jual dalam lebih dari sepekan terakhir.
"Persetujuan EFSF telah memberikan dorongan positif bagi Euro, terlebih lagi data AS dan kawasan lain juga tidak negatif. Namun penguatan Euro kali ini sebagian besar lebih dikarenakan konsolidasi," kata Nick Bennenbroek, kepala strategi mata uang pada Wells Fargo di New York. "Rebound Euro yang terbatas menandakan jika tren keseluruhan belum berubah, di tengah upaya para politisi Yunani mencari solusi."
Hingga saat ini masa depan Yunani di zona Euro masih menjadi pertanyaan, dimana pemilu ulang diperkirakan harus dilakukan di tengah meningkatnya keraguan bahwa Yunani akan mematuhi langkah-langkah penghematan yang menjadi syarat pengucuran bailout selanjutnya. (vid)

SEJARAH FOREX

FOREX atau secara umum disingkat dengan inisial "FX" adalah kependekan dari Foreign Exchange alias pertukaran mata uang asing. Dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai valas atau Valuta Asing. Forex Trading merupakan perdagangan mata uang kedua negara yang nilainya berbeda dari waktu ke waktu.

Mata uang yang biasanya diperdagangkan dalam Forex adalah mata uang negara-negara maju seperti Dollar Amerika (USD), Yen Jepang (JPY), Swiss Franc (CHF), Poundsterling Inggris (GBP), Australian Dollar (AUD), dan Euro (EUR). Semua mata uang itu lazimnya dipertukarkan atau diperdagangkan secara berpasang-pasangan atau disebut pair. Misalnya EUR/GBP, CHF, GBP/USD, EUR/USD, AUD/USD, GBP/JPY dan lainnya.

Perlu diketahui bahwa Forex Market adalah pasar yang paling likuid dan paling besar di dunia. Ada trilyunan dolar uang yang berputar di pasar forex setiap harinya. Jumlahnya sering melebihi BNP (Bruto Nasional Produk) negara-negara maju. Luar biasa. Tidak satu pihak pun dapat mengendalikan harganya di pasar untuk waktu yang panjang kecuali pasar itu sendiri yang menggerakkan.

Forex adalah produk investasi yang sifatnya liquid dan bersifat internasional. Perbedaan nilai mata uang sebuah negara yang berubah dari waku ke waktu yang dipengaruhi berbagai macam faktor itulah yang menjadi dasar adanya transaksi keuangan bernama Forex Trading.