Untuk pertama kalinya dalam 9 sesi terakhir Euro mampu berbalik mendominasi Dollar AS pada hari Kamis, dengan bergerak menjauh dari level terendah 3½-bulan, seiring sedikit meredanya ketegangan di pasar obligasi Spanyol dan munculnya kepastian bahwa Yunani akan dapat membayar para pemegang obligasinya.
Yunani berhasil menghindari krisis pendanaan jangka pendek setelah dewan European Financial Stability Facility (EFSF) sepakat untuk mengucurkan dana talangan sesuai jadwal. Alokasi dana tersebut akan memungkinkan Yunani untuk memenuhi kewajiban membayar hutang-hutangnya yang akan segera jatuh tempo, sehingga membantu menstabilkan Euro yang telah diterpa aksi jual dalam lebih dari sepekan terakhir.
"Persetujuan EFSF telah memberikan dorongan positif bagi Euro, terlebih lagi data AS dan kawasan lain juga tidak negatif. Namun penguatan Euro kali ini sebagian besar lebih dikarenakan konsolidasi," kata Nick Bennenbroek, kepala strategi mata uang pada Wells Fargo di New York. "Rebound Euro yang terbatas menandakan jika tren keseluruhan belum berubah, di tengah upaya para politisi Yunani mencari solusi."
Hingga saat ini masa depan Yunani di zona Euro masih menjadi pertanyaan, dimana pemilu ulang diperkirakan harus dilakukan di tengah meningkatnya keraguan bahwa Yunani akan mematuhi langkah-langkah penghematan yang menjadi syarat pengucuran bailout selanjutnya. (vid)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar