Jumat, 18 Mei 2012


Minyak Tetap Cemaskan Yunani

Jumat, 18 Mei 2012 23:28 WIB



Monexnews - Minyak turun akibat memburuknya kekhawatiran bahwa Yunani akan keluar dari zona-euro sehingga memperdalam krisis utang Eropa dan menggerogoti permintaan energi. Tren masih bearish dengan ketidakpastian situasi di Yunani. Sentimen-pun memburuk setelah Moody’s turunkan peringkat kredit 16 bank Spanyoldan Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schaeuble mengatakan gejolak pasar keuangan yang disebabkan oleh krisis zona-euro dapat berlangsung dua tahun lagi.
Data AS yang dirilis sepekan terakhir juga isyaratkan lemahnya permintaan minyak dari konsumen energi terbesar di dunia. Indeks manufaktur Philadelphia sentuh level terendah sejak September dan jumlah cadangan minyak AS mencapai level tertinggi sejak 1990. "Semua berita makroekonomi cukup negatif," ujar Stephen Schork, presiden Schork Group. "Minyak cemaskan kondisi Eropa dan AS. Pada bulan Februari silam, investor takut menjual minyak dan kini mereka takut untuk membelinya."
"Memburuknya situasi di Eropa, terutama Spanyol dan Yunani, sangat berdampak negatif bagi minyak," tutur Eugen Weinberg, analis di Commerzbank. Meskipun penurunan peringkat bank Spanyol dan kegagalan Yunani membentuk pemerintahan telah diantisipasi, Weinberg mengatakan kejatuhan harga minyak belum sepenuhnya mencerminkan resiko. "Pasar akan segera memahami keseriusan masalah. Resiko terburuk belum sepenuhnya tercermin dalam harga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar